Setiap
pertemuan itu mengandung harapan. Mengandung kemungkinan. Hatimu
sebenarnya tak ingin melebihi batas kemampuan berharapnya. Tapi tak juga
ingin mundur sebelum berjuang.
Kamu selalu mencari alasan bagaimana memulai sebuah percakapan. Kamu selalu mencari cara bagaimana agar dia menyadari keberadaanmu. Tapi kamu adalah wanita dengan kepakan sayap malu. Sayap-sayapmu selalu mengepakkan dirinya sendiri saat kau mulai melangkah terlalu jauh. Kamu selalu punya rem untuk berhati-hati. Kamu memahami kalau cinta punya aturan.
Kesabaran adalah rumahmu berteduh. Kamu belajar ikhlas dengan cinta. Tapi kamu selalu punya cara lain untuk berusaha. Kamu punya doa yang jangkauannya bisa menembus hati laki-laki teduh di luar sana. Bahkan ketika kamu tak perlu berusaha hingga menembus jendela prinsipmu.
Photo credit: Maslihatul Bisriyah
Kamu selalu mencari alasan bagaimana memulai sebuah percakapan. Kamu selalu mencari cara bagaimana agar dia menyadari keberadaanmu. Tapi kamu adalah wanita dengan kepakan sayap malu. Sayap-sayapmu selalu mengepakkan dirinya sendiri saat kau mulai melangkah terlalu jauh. Kamu selalu punya rem untuk berhati-hati. Kamu memahami kalau cinta punya aturan.
Kesabaran adalah rumahmu berteduh. Kamu belajar ikhlas dengan cinta. Tapi kamu selalu punya cara lain untuk berusaha. Kamu punya doa yang jangkauannya bisa menembus hati laki-laki teduh di luar sana. Bahkan ketika kamu tak perlu berusaha hingga menembus jendela prinsipmu.
Photo credit: Maslihatul Bisriyah
0 komentar:
Posting Komentar