Suatu Sore di Musim Gugur




 

Temukanlah kesabaran pada daun yang gugur
Ada kisah yang belum tersampaikan
di bawah langit biru yang penuh tanda tanya

Kita berjalan, berlari, dan belajar
Kali ini hatimu boleh bahagia
Sebab cinta masih kau miliki
Sebab hatimu masih bisa lapang
Serupa daun gugur yang selalu ikhlas diterbangkan angin

Ikutilah impianmu
Sebab ia adalah harapan agar langkah kaki tak berhenti di hari ini
Tapi, kemana pun kau pergi carilah ketenangan,
carilah kebahagiaan!

Melbourne, 11 Mei 2016

Hari yang Selalu Tepat Merindukan Ibu






kemarin setelah cuaca menepati janjinya
aku tiba-tiba merindukanmu
rindu yang diantar para malaikat
serupa kesegaran yang mungkin langka di musim ini

waktu mengibas tanda tanyaku
doa-doa yang kau kumpulkan
menghujaniku dengan lembut, namun pasti
inilah aku yang berjarak beberapa cahaya darimu
gunung dan lautan yang membentang
adalah jarak yang diciptakan Tuhan untuk memperbesar cinta

meski jemarimu tak kugapai kali ini
dan letak keriput di wajahmu yang perlahan memudar di memoriku
kau tetaplah rindu yang paling indah
hatiku tidak pernah penuh untuk itu

tetaplah melangitkan kata-kata
karena kutahu semua yang baik, yang datang padaku
adalah tanda kau masih meneruskan namaku ke atas sana

suatu waktu kau akan kubawa melihat 4 musim yang berbeda
ketika cinta dengan mudahnya gugur, tumbuh, diam, dan membeku
juga hangat oleh mataharinya yang tak kau temui di kota kita
inilah aku membawa pohon berbunga cinta untukmu
Selamat Hari Ibu!



Melbourne, 22 Desember 2015

#photo credit @Nuning Wahyu 


Kepada Musim Semi




Kepada musim semi yang segera berlalu
Kamu seperti cinta yang singkat
Memekarkan bunga-bunga
Seperti hati yang ikut mekar
Lalu kau pergi meninggalkan jejak yang tak bernama



Bau musim panas telah dibawa angin,
Mengingatkan untuk segera pulang ke tempat bernama rumah


Kepada musim semi,
Aku selalu menyukaimu
Sebab segala sesuatu tumbuh menjadi harapan baru


Sebelum kau benar-benar pergi
Ucapkan padaku sampai jumpa
Jatuhkanlan daun yang tumbuh bersamamu,
tepat di hadapanku


Lalu bawa semua kenangan sederhana yang kau bekaskan
Agar aku bisa menerima kehadiran musim panas
Musim untuk bersabar


Melbourne, 6 Desember 2015

Girls beside Flowers



Aku memperhatikanmu diam-diam
Kau nampak sangat bahagia
Aku bertanya,
Apa yang membuat seorang perempuan merasa paling bahagia
sekaligus bersedih dalam waktu yang bersamaan?

Kujawab tanyaku sendiri,
mungkin ia sedang jatuh cinta
Seperti awan yang mengikuti langkah kemana si perempuan pergi
Demi melindunginya dari sengatan matahari

Tiba-tiba langit kelabu
dan bunga-bunga itu tampak layu
Ternyata,
birunya langit telah dicuri senyumanmu
Warna dan mekarnya tulip telah berpindah ke hatimu

Harapan di dadamu mungkin semakin membesar
Tapi pernahkah kau berpikir
di luar sana ada hati yang tengah kau patahkan
dan kau tidak pernah tahu


Melbourne, 13 Desember 2015

Perempuan dan Bayangannya





Seorang perempuan berdiri seorang diri dalam keramaian
Ia bercakap bersama bayangannya
Dikumpulkannya rindu
Dimekarkannya cinta
Diluruhkannya kenangan

Kemudian,
Rindu, cinta, dan kenangan itu ia masukkan ke dalam tas berwarna oranye yang sedang dipegangnya
Ia berjalan menuju sisi jembatan dimana ia dapat memandang Sungai Yarra

Ia sekali lagi menatap ketenangan Sungai Yarra dari Queensbridge
Sepertinya ini adalah cinta yang tak layak diteruskan
Lalu dilemparkannya tas oranye yang berisi cinta, rindu, dan kenangan itu
Kini, tak boleh ada cinta dan rindu pada yang belum menjadi takdir


Melbourne, 18 November 2015

Suatu Pagi dari Sudut Jendela



Aku tengah membacamu dalam keheningan
Ketegasan yang kau tampakkan adalah pesonamu
Apakah kau masih sendiri?
Serupa pohon yang betah menyendiri di balik jendela kamarku

Kedua mataku adalah pesan
yang tak tersampaikan
Di tengah keramaian, kamulah yang kali pertama ia temukan
Seperti sehelai daun yang menguning di antara dedaunan yang hijau
Lalu gugur, dan tertiup angin. Hilang.

Jika esok hari, kau terbit seperti matahari di musim semi,
tetaplah tenang
Meskipun langit perlahan memanggil gelap
Aku akan belajar menanti apakah hujan turun atau tidak


Melbourne, 17 November 2015

Senja di Dandenong Road



Seperti matahari senja ini
Berlalu dengan pelan
Hingga tertelan malam
Akankah aku menyaksikannya lagi?

Begitulah pertemuanku denganmu

Melbourne, 16 November 2015
Diberdayakan oleh Blogger.