"I tell the boys and girls, Allah
has already written the names of your spouses for you. What you need to
work on is your relationship with Allah s.w.t. He will send him/her to
you when you're ready. It's only a matter of time." - Sheikh Mamdouh
Home / All post
Rindu
Terik siang ini menandai segalanya
Aku tahu
bahkan Sahara di timur sana akan takluk
Cintamu telah menguatkan langkahmu
Pada Allah
Pada dakwah
Jalan yang di ujungnya akan kau temukan surga
Karena jalan itu telah menjadi altar suci untuk
menyambutnya
Meluruhkan kerinduan kita padanya
Matahari akan sehangat pesonanya
Dan rembulan memeluk malam membersamai doa-doamu
Gerimis-gerimis adalah titik-titik kebahagiaan
Aku merindukan naungan suci di bumi ini
Maka katakan padaku,
Adakah yang lebih indah dari naungan Allah???Sastra dan Pembentukan Karakter
Oleh: Bulqia Mas’ud
Ajarkanlah sastra kepada anak-anakmu, karena itu dapat mengubah anak yang pengecut menjadi pemberani (Umar bin Khattab ra)
Berbicara
sastra tidak sekadar berbicara mengenai kata-kata indah atau struktur sastra
secara umum. Sastra itu luas. Sastra bisa berbicara mengenai refleksi sosial,
kemanusiaan, sejarah sosial, perubahan sosial dan nilai-nilai. Sejauh ini, menurut
pengamatan penulis, di universitas-universitas, sastra selalu dipandang sebagai
ilmu terbelakang yang tidak memberikan kontribusi langsung untuk memperbaiki
masyarakat. Hanya menggantung di langit imajinasi, tidak berpijak di bumi, beda
dengan ilmu-ilmu lain seperti kedokteran dan teknik. Padahal dalam sebuah karya
sastra kita bisa mengenali karakter dan menemukan nilai-nilai yang bisa
menunjang pembentukan watak seseorang. Sastra mampu masuk ke hati sehingga
memperbaiki moralitas pelajar.
Petuah
Umar Bin Khattab di atas cukup menggambarkan kaitan erat antara sastra dan
pembentukan karakter seseorang. Dengan mengajarkan sastra, kita menjadi tahu
makna kehidupan. Kita menjadi terbiasa untuk mengungkapkan sesuatu dengan
keindahan dan kelembutan. Sastra mengajarkan kita untuk peduli dan empati.
Ajaran-ajaran agama dan nilai-nilai moral bisa diungkapkan tanpa kesan
menggurui. Bahkan kegemilangan sebuah peradaban bisa dilihat dari sastrawan dan
karya-karya sastra yang lahir pada masa itu. Seperti kegemilangan Islam yang
melahirkan ulama sekaligus sastrawan seperti Imam Syafi’i, Jalaluddin Rumi,
Umar al Khayyam dll. Di Jepang, sastra begitu dinamis seperti munculnya puisi-puisi
pendek yang kita kenal dengan haiku.
Fungsi
Sastra sendiri menurut Horace adalah Dulce
el Utile. Indah dan berguna. Bahasa
sastra adalah bahasa yang estetis yang mampu menghaluskan dan membangkitkan
jiwa dan perasaan. Di sinilah fungsi keindahan sastra. Sastra mampu
mengungkapkan ide yang rumit menjadi lebih estetis dan memahaminya dengan
menggunakan cita rasa. Karena struktur kata yang digunakan lebih estetis,
pembaca merasa tidak digurui. Sastra mentransformasi pesan, nilai-nilai, dan
menunjukkan karakter melalui sebuah cerita dan kata-kata indah.
Fungsi
yang kedua, yaitu berguna. Sastra mengandung pesan yang bermanfaat untuk
pembaca dan masyarakat. Sastra membawa nilai-nilai yang mampu memperbaiki
tatanan kehidupan sosial masyarakat. Jika mereka pembaca sastra, berarti mereka
mampu memetik nilai-nilai sehingga memengaruhi karakter pembacanya.
Jika
mereka seorang penulis, sastra adalah media positif untuk mengungkapkan
pikiran, perasaan, dan keadaan yang sedang terjadi di kehidupan sosialnya. Seorang
sastrawan biasanya lebih bijak bertindak. Mereka mampu mecermati
peristiwa-peristiwa sosial. Melakukan perlawanan damai. Mereka memiliki
kedalaman berpikir yang tinggi hingga mampu memediasi pemikirannya dalam
ungkapan-ungkapan yang lebih halus. Kita mengenal para pemikir yang juga para
sastrawan hebat dalam islam seperti Jalalluddin Rumi, Al Ghazali, Umar al
Khayyam, Sayyid Qutb, Sir Muhammad Iqbal. Filsuf Eropa, Leo Tolstoy, Nietzsche,
dan Soe Hok Gie di Indonesia. Hingga generasi Pramoedya Ananta Toer, Taufik
Ismail dan Rendra yang karya-karyanya sangat responsif terhadap keadaan.
Dalam
buku Metode Pengajaran Sastra, B. Rahmanto mengatakan seseorang yang telah
banyak mendalami berbagai karya sastra biasanya mempunyai perasaan yang lebih
peka untuk menunjuk hal mana yang bernilai dan mana yang tak bernilai. Secara
umum lebih lanjut dia akan mampu menghadapi masalah-masalah hidupnya dengan
pemahaman, wawasan, toleransi dan rasa simpati yang lebih mendalam (Rahmanto,
1988: 25). Dalam karya sastra terkandung nilai-nilai, pesan yang dibungkus dalam
cerita yang merefleksikan kehidupan sosial, konflik cerita, serta cara-cara
tokoh mengelola konflik. Hal ini tentu saja memberikan pelajaran untuk
menghadapi persoalan kehidupan. Melalui pembacaan yang mendalam, sastra pada
akhirnya mampu mengubah karakter seseorang.
Menurut
Taqiyuddin an-Nabhani dalam bukunya Hakikat Berpikir, memahami teks-teks sastra
membutuhkan cita rasa. Apabila cita rasa itu tidak terwujud maka tidak mungkin
seseorang akan memahami teks sastra. Tambahnya lagi, memahami teks sastra akan
dapat menggerakkan perasaan dan membangkitkan kita sehingga akan meninggalkan
pengaruh pada diri kita. Dengan sedirinya ketika kita membiasakan membaca dan
memahami teks-teks sastra, maka cita rasa itu muncul sendiri dan mengubah pola
sikap kita.
Jadi
sastra adalah sumber nilai yang dapat memberikan kesan religius. Mempelajari
sastra mampu menyentuh bahkan menggerakkan perasaan kita hingga mengubah pola
sikap dan membentuk karakter. Di dalamnya terkandung pesan-pesan moral,
ungkapan kata-katanya menimbulkan kesan estetis. Nilai-nilai yang baik tentu
akan kita temukan jika karya sastranya juga mengandung ruh spiritual dan kebaikan.
"Sesuatu yang dibutuhkan untuk menghaluskan
jiwa adalah seni dan sastra"
(Buya Hamka)
(Buya Hamka)
Mahasiswa Sastra Inggris Unhas
2008
LOMBA MENYAMBUT HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2012 “FORUM LINGKAR PENA SULAWESI SELATAN (FLP SULSEL)
Assalamualaikum Wr.Wb.,
Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2012, FLP Sulsel mengadakan lomba:
LOMBA PENULISAN CERPEN
Syarat
1. Peserta adalah warga negara Indonesia dan memiliki kartu identitas (KTP/KTM/SIM/Kartu Pelajar atau Pasport Indonesia).
2. Mempunyai akun facebook dan wajib men-tag informasi lomba ini pada 20 teman.
3. Peserta hanya boleh mengirimkan satu karya cerpen dengan ketentuan:
a. Tema: Bebas (tidak mengandung unsur SARA).
b. Peserta mengirim naskah melalui email dengan subyek LOMBA CERPEN HARDIKNAS 2012 “FLP SULSEL” ke flpsulsel@gmail.com dengan dilampiri dua file. Satu file berisi cerpen yang dilombakan (tanpa mencantumkan nama penulis dalam tulisan cerpen) dan satu file berisi biodata penulis secukupnya (dalam bentuk narasi) serta hasil scan kartu identitas.
c. Cerpen yang dilombakan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun, baik sebagian maupun seluruhnya, baik di media cetak maupun portal dan blog pribadi.
d. Cerpen tidak sedang diikutkan dalam perlombaan yang sama.
e. Cerpen ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai kaidah tata Bahasa Indonesia.
f. Cerpen adalah karya asli, bukan saduran, bukan jiplakan sebagian atau seluruhnya.
g. Cerpen diketik dengan menggunakan huruf Times New Roman, font 12, pada kertas A4 dengan spasi 1,5 margin 3 cm dari atas, 4 cm dari kiri, 3 cm dari bawah, 3 cm dari kanan, dengan jumlah halaman minimal 4 dan maksimal 7.
4. Batas akhir pengiriman naskah adalah tanggal 15 April 2012 pukul 23.59 WITA.
Hadiah:
Cerpen terbaik 1 akan mendapatkan uang tunai Rp. 1.000.000,- + Sertifikat
Cerpen terbaik 2 akan mendapatkan uang tunai Rp. 750.000,- + Sertifikat
Cerpen terbaik 3 akan mendapatkan uang tunai Rp. 500.000,- + Sertifikat
Pengumuman
Pemenang lomba penulisan cerpen akan diumumkan pada 5 Mei 2012 di website FLP Sulsel, www.flpsulsel.or.id.
LOMBA MENULIS “SURAT UNTUK GUBERNUR SULSEL 2013”
Syarat:
1. Peserta adalah pelajar SMA/MA/SMK/Sederajat di Sulawesi Selatan.
2. Mempunyai akun facebook dan wajib men-tag informasi lomba ini pada 20 teman.
3. Peserta hanya boleh mengirimkan satu naskah surat dengan ketentuan:
a. Surat ditujukan pada Gubernur Sulawesi Selatan 2013 (yang terpilih dalam pemilihan gubernur 2013 mendatang). Peserta tidak boleh menyebutkan salah satu nama bakal calon gubernur dalam naskah suratnya. Surat bisa berisi curhatan, harapan dan saran pada gubernur untuk kemajuan Sulawesi Selatan ke depan.
b. Peserta mengirim naskah melalui email dengan subyek LOMBA MENULIS “SURAT UNTUK GUBERNUR SULSEL 2013” ke flpsulsel@gmail.com dengan dilampiri dua file. Satu file berisi naskah surat yang dilombakan (tanpa mencantumkan nama penulis dalam tulisan) dan satu file berisi biodata penulis secukupnya (dalam bentuk narasi).
c. Naskah surat yang dilombakan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun, baik sebagian maupun seluruhnya, baik di media cetak maupun portal dan blog pribadi.
d. Naskah tidak sedang diikutkan dalam perlombaan yang sama.
e. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai kaidah tata Bahasa Indonesia.
f. Naskah surat diketik dengan menggunakan huruf Times New Roman, font 12, pada kertas A4 g. dengan spasi 1,5 margin 3 cm dari atas, 4 cm dari kiri, 3 cm dari bawah, 3 cm dari kanan, dengan jumlah halaman antara 3-6.
4. Batas akhir pengiriman naskah adalah tanggal 15 April 2012 pukul 23.59 WITA.
Hadiah:
Surat terbaik 1 akan mendapatkan uang tunai Rp. 750.000,- + Sertifikat
Surat terbaik 2 akan mendapatkan uang tunai Rp. 500.000,- + Sertifikat
Surat terbaik 3 akan mendapatkan uang tunai Rp. 300.000,- + Sertifikat
Pengumuman
Pemenang lomba menulis “Surat untuk Gubernur Sulawesi Selatan 2013” akan diumumkan pada 5 Mei 2012 di website FLP Sulsel, www.flpsulsel.or.id.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
***
Salam Pena,
Crew FLP Sulsel
(Berbakti-Berkarya-Berarti)

Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2012, FLP Sulsel mengadakan lomba:
LOMBA PENULISAN CERPEN
Syarat
1. Peserta adalah warga negara Indonesia dan memiliki kartu identitas (KTP/KTM/SIM/Kartu Pelajar atau Pasport Indonesia).
2. Mempunyai akun facebook dan wajib men-tag informasi lomba ini pada 20 teman.
3. Peserta hanya boleh mengirimkan satu karya cerpen dengan ketentuan:
a. Tema: Bebas (tidak mengandung unsur SARA).
b. Peserta mengirim naskah melalui email dengan subyek LOMBA CERPEN HARDIKNAS 2012 “FLP SULSEL” ke flpsulsel@gmail.com dengan dilampiri dua file. Satu file berisi cerpen yang dilombakan (tanpa mencantumkan nama penulis dalam tulisan cerpen) dan satu file berisi biodata penulis secukupnya (dalam bentuk narasi) serta hasil scan kartu identitas.
c. Cerpen yang dilombakan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun, baik sebagian maupun seluruhnya, baik di media cetak maupun portal dan blog pribadi.
d. Cerpen tidak sedang diikutkan dalam perlombaan yang sama.
e. Cerpen ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai kaidah tata Bahasa Indonesia.
f. Cerpen adalah karya asli, bukan saduran, bukan jiplakan sebagian atau seluruhnya.
g. Cerpen diketik dengan menggunakan huruf Times New Roman, font 12, pada kertas A4 dengan spasi 1,5 margin 3 cm dari atas, 4 cm dari kiri, 3 cm dari bawah, 3 cm dari kanan, dengan jumlah halaman minimal 4 dan maksimal 7.
4. Batas akhir pengiriman naskah adalah tanggal 15 April 2012 pukul 23.59 WITA.
Hadiah:
Cerpen terbaik 1 akan mendapatkan uang tunai Rp. 1.000.000,- + Sertifikat
Cerpen terbaik 2 akan mendapatkan uang tunai Rp. 750.000,- + Sertifikat
Cerpen terbaik 3 akan mendapatkan uang tunai Rp. 500.000,- + Sertifikat
Pengumuman
Pemenang lomba penulisan cerpen akan diumumkan pada 5 Mei 2012 di website FLP Sulsel, www.flpsulsel.or.id.
LOMBA MENULIS “SURAT UNTUK GUBERNUR SULSEL 2013”
Syarat:
1. Peserta adalah pelajar SMA/MA/SMK/Sederajat di Sulawesi Selatan.
2. Mempunyai akun facebook dan wajib men-tag informasi lomba ini pada 20 teman.
3. Peserta hanya boleh mengirimkan satu naskah surat dengan ketentuan:
a. Surat ditujukan pada Gubernur Sulawesi Selatan 2013 (yang terpilih dalam pemilihan gubernur 2013 mendatang). Peserta tidak boleh menyebutkan salah satu nama bakal calon gubernur dalam naskah suratnya. Surat bisa berisi curhatan, harapan dan saran pada gubernur untuk kemajuan Sulawesi Selatan ke depan.
b. Peserta mengirim naskah melalui email dengan subyek LOMBA MENULIS “SURAT UNTUK GUBERNUR SULSEL 2013” ke flpsulsel@gmail.com dengan dilampiri dua file. Satu file berisi naskah surat yang dilombakan (tanpa mencantumkan nama penulis dalam tulisan) dan satu file berisi biodata penulis secukupnya (dalam bentuk narasi).
c. Naskah surat yang dilombakan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun, baik sebagian maupun seluruhnya, baik di media cetak maupun portal dan blog pribadi.
d. Naskah tidak sedang diikutkan dalam perlombaan yang sama.
e. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai kaidah tata Bahasa Indonesia.
f. Naskah surat diketik dengan menggunakan huruf Times New Roman, font 12, pada kertas A4 g. dengan spasi 1,5 margin 3 cm dari atas, 4 cm dari kiri, 3 cm dari bawah, 3 cm dari kanan, dengan jumlah halaman antara 3-6.
4. Batas akhir pengiriman naskah adalah tanggal 15 April 2012 pukul 23.59 WITA.
Hadiah:
Surat terbaik 1 akan mendapatkan uang tunai Rp. 750.000,- + Sertifikat
Surat terbaik 2 akan mendapatkan uang tunai Rp. 500.000,- + Sertifikat
Surat terbaik 3 akan mendapatkan uang tunai Rp. 300.000,- + Sertifikat
Pengumuman
Pemenang lomba menulis “Surat untuk Gubernur Sulawesi Selatan 2013” akan diumumkan pada 5 Mei 2012 di website FLP Sulsel, www.flpsulsel.or.id.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
***
Salam Pena,
Crew FLP Sulsel
(Berbakti-Berkarya-Berarti)
LABIRIN
Dan
waktu berjatuhan mengikuti temponya atau menawariku cara untuk bertahan.
Matahari
sore itu, masih menjadi saksi kapan harusnya aku istirahat. Lalu datanglah
malam menelan senja dan benar-benar mengajakku untuk menyepi.
Meski
senja telah tertelan bulat, tapi aku masih bisa merasakan sisa-sisa cahaya yang
tak sempurna menyoroti wajahku.
Aku
masih di sini. Menyaksikan matahari
terbit lalu tenggelam. Merasai musim yang berganti. Juga cuaca yang belakang
ini tak normal.
Ada
tempias hujan yang seketika kering oleh matahari.
Kuingin
Tuhan menjawab tanyaku. Akankah ada jalan pulang pada kebahagiaan? Ataukah
ketika aku keluar tiba-tiba hanya jurang yang kutemui?
Kata
Tuhan, tidak ada yang sia-sia. Gelisahmu adalah cara yang terbaik untuk
mengingatKu.
Sempurnakanlah
waktumu. Bunuhlah ketakutanmu. Dan damailah dengan keindahanmu.
Lalu?
tanyaku.
Ingat
Aku dalam setiap waktumu. Itu saja.
Menatap Fenomena
Apakah
belum tiba saatnya rakyat ini lega?
Akhir-akhir
ini cuaca terasa panas kemudian dingin di atas sepotong tanah dari surga
Mengikuti
suasana hati penghuninya
Apalagi yang bisa terberi, ketika teriakan tidak pernah cukup
Apalagi yang bisa terberi, ketika teriakan tidak pernah cukup
Meski aku hanya berdiri di tepian
Kulihat segelintir penguasa berdalih di balik imajinasinya ingin membebaskan
keterpurukan
dengan
menaikkan harga Bahan Bakar Minyak
Ingin
kutanyakan padamu
Apakah
sorot matamu berubah
Bahwa
kau resah melihat kacaunya pengaturan bangsa ini
Atau
tiba-tiba keningmu berkerut membaca dangkalnya pikiran penguasamu
Kenapa
mesti ada kisah rakyat melawan
Harusnya
logika berpikir itu berkata bahwa penguasa adalah kekasih rakyatnya
Tidak
kah itu menyedihkan?
Sebuah
kisah cinta abadi tentang arti pengkhianatan
Penguasa
ini telah mengkhianati rakyatnya
Jauh
lebih sakit daripada seseorang yang patah hati
Lalu,
tiba-tiba penguasa itu datang dengan sejuta kata romantis untuk merayu rakyatnya
Benar,
Mungkin
kau tidak akan menemukan cukup alasan dalam puisi ini
Bahwa
mengapa kita harus kembali kepada aturan Sang Pencipta
Maka
mendekatlah pada cahaya,
Kau
akan menemukan sebuah kegemilangan
Ketika
penguasa dicintai rakyatnya
Dan
kesejahteraan bukan milik orang-orang tertentu
Atau
maukah kuceritakan satu, dua, atau tiga kisah?
Sejarah
bukan untuk ditutup dalam lembaran-lembaran kenangan
Ada
titik harapan yang akan menyembuhkan dunia.
***
Memasak
Masakan ini dampak positif dari adanya Korean Wave. Kalau para remaja lagi tergila-gila dengan boyband/girlband korea dan drama koreanya, maka kami justru terinspirasi dari masakannya. Dan, lahirlah masakan kimbab atau di Jepang biasa disebut Sushi created by Nurul Imansari sebagai main chef. Ditambah dua asistennya, Bulqia Mas'ud dan Andi Asrawati. Insya Allah akan dimasukkan dalam lomba PMW Unhas. Semoga lolos dan mendapatkan modal untuk wirausaha. Doakan ya teman-teman. Meski sebenarnya tidak perlu menunggu PMW Unhas. Kami bisa langsung eksekusi. Tapi, waktu yang terkadang menghimpit. Ditambah 2 orang tim saya masih sibuk-sibuknya mengurus proposal dan ujian proposalnya...
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
Diberdayakan oleh Blogger.




