Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Mengelola Takdir



Saya berpikir takdir adalah hal yang tidak bisa kita pilih. Itu bentuk kemahakuasaan Tuhan. Sikap kita terhadap takdir adalah menerima. Akan tetapi, menerima takdir tanpa usaha untuk mengubahnya juga merupakan sikap yang fatalis. Apakah ada peluang untuk mengubah? Ya, tentu saja. Melalui usaha yang logis dan empiris, menggunakan ilmu, sains dan sebab-akibatnya. Kita baru bisa menunggu bahkan melihat hasilnya jika telah melaksanakan sebab-sebabnya. Begitulah hukum alam. Apa yang mempermulus keberhasilan tersebut? menurut pengalaman saya, itulah doa, habluminallah dan habluminannas. Penjelasan tentang bagaimana doa, hubungan terhadap sesama manusia, terlebih hubungan terhadap Allah dalam mengubah takdir tidak akan saya paparkan di sini. Penjelasan saya tentang takdir di sini pun adalah jenis takdir yang manusia punya hak untuk mengubahnya.

Tapi apakah ada peluang untuk mengubah takdir yang 'tidak mungkin' diubah dalam pandangan manusia? Jawaban atas pertanyaan ini mungkin bukan logika yang terbatas. Meskipun dalam pengetahuan saya yang juga terbatas masih perlu usaha untuk mendatangkan sebab akibat. Jawaban yang paling mungkin adalah keyakinan. Kita memiliki believe system yang diarahkan oleh Kitab Suci. Dalam Al Qur'an, orang beriman adalah orang yang yakin akan segala ketidakmungkinan yang bisa dinalar logika.

Yakin dan percaya adalah bentuk penghambaan tertinggi bahwa segala sesuatu bisa berubah sekejap atas kehendak Tuhan yang kita tidak tahu waktunya. Segala ketidaktahuan itu adalah bentuk iman kepada Allah bahwa banyak sekali yang tidak kita ketahui. Apa yang membuat kita hendak berjalan dalam ketidaktahuan itu adalah proses percaya. Imanlah yang punya gerakan untuk menembus keterbatasan dan ketidaktahuaan manusia. Tapi keyakinan saja tidak cukup. Doa adalah penghantar apakah keyakinan itu bisa menjadi kenyataan. Lagi-lagi doa adalah sebuah misteri yang rahasia keterkabulannya beyond our limit. Allah hanya memberikan kepastian, siapa yang berdoa pasti akan Kukabulkan.

Jika tidak yakin, maka peluang kepastiannya juga berkurang. Derajat keyakinan tentu saja menjadi precausal untuk mengubah takdir, sedalam atau seberapa kuat keyakinan itu. Meski ini sangatlah gaib, ada banyak kemustahilan yang benar terjadi yang terbukti dalam catatan sejarah. Persoalan keyakinan ini memang tidak mudah karena akan selalu bertabrakan dengan logika manusia yang selalu ada jawabannya. Sementara masalah keyakinan adalah jauh ke depan yang tidak ada jawaban pastinya. Keterwujudannya mungkin bisa diukur dengan seberapa beriman dan bertakwa manusia. Siapa yang menolong Allah, maka Allah akan menolongnya. Banyak sekali janji Allah dalam ayat-ayatnya. Tinggal kita mengambil sikap, mau yakin atau tidak, mau berubah atau tidak.

picture credit: https://www.gardeningknowhow.com/

Pikiran Positif VS Pikiran Negatif

⁣⁣
Pernahkah kalian berada dalam situasi, ingin berpikir positif tetapi sulit. Malah pikiran negatif yang selalu muncul. Setiap kali kamu ingin berpikir positif, masih tidak bisa mengalahkan pikiran negatif yang muncul. Ya, itu wajar sekali.⁣⁣
⁣⁣
Adakalanya, kita memang tidak bisa menghalau pikiran-pikiran negatif tersebut. Begitu kuat pengaruhnya. Yang perlu kita sadari, bahwa sesekali kita memang perlu menerima pikiran negatif tersebut, menerima kenyataan apa adanya. Hidup memang tidak selalu suka. Kita harus bisa menerima hidup kita termasuk dengan segala dukanya, dengan segala pikiran negatif yang mungkin datang. ⁣⁣
⁣⁣
Hanya saja, jangan sampai kita terlalu fokus kepada pikiran negatif, hingga tidak mampu memetik hikmah atas setiap kejadian. Kita terlalu sibuk dengan prasangka tapi tidak berusaha mengubah setiap prasangka tersebut. Bukankah sudah dikatakan dalam kitab suci, bahwa Allah sesuai dengan persangkaan hamba-Nya. Oleh karena itu, mengelola prasangka ini juga penting. ⁣⁣
⁣⁣
Tidak masalah menerima hidupmu apa adanya. Dengan segala duka dan ujiannya. Boleh saja kamu berkata, "mengapa hal ini terjadi padaku?" untuk mengeluarkan emosi negatif. Tapi, jangan terfokus mengutuk kejadian tersebut dan menyalahkan ketidakmampuan dirimu. Kembalikanlah keadaan bahwa setiap kejadian, itulah yang terbaik bagi hidupmu. Untuk mendewasakan dan menguatkanmu. Dan teruslah berpikir bahwa setiap orang memikul ujian yang berbeda-beda hingga kamu tak perlu merasa sendiri. ⁣⁣
⁣⁣
Semoga kita semua mampu melewati pikiran negatif kita dengan baik, tanpa harus melukai diri sendiri apalagi melukai orang lain. Bismillah.. perasaan dan pikiran negatif itu akan hilang sendirinya dengan banyak bertasbih dan mengingat Allah 😊. ⁣⁣
⁣⁣
Photocredit: https://i.pinimg.com/

Berdamai dengan Waktu?

Heart of Emotions: Fotos


Apakah kalian percaya istilah waktu bisa menyembuhkan segalanya? Awalnya, saya percaya bahwa kita bisa berdamai dengan waktu. Kadang-kadang kita jadikan waktu adalah pembelaan. Seringkali kita berucap setiap usaha ada waktunya, setiap rezeki ada waktunya. Jodoh, sekolah, pekerjaan, kesuksesan atau apapun pencapaian lain, kita anggap linier dengan waktu yang telah ditentukan. Seolah-olah waktu adalah penyembuh segala ketidakberhasilan kita, segala penundaan itu, dan segala masalah yang belum selesai.

⁣Padahal waktu hanyalah sekumpulan masa. Bukan waktu yang menyembuhkan. Tapi diri kita sendiri yang mengambil sikap untuk menyembuhkan dirinya. Jika kita tidak mengambil sikap untuk bersabar, tetap berpikir positif, pantang menyerah, terus berusaha, apakah waktu akan menyembuhkan? Saya pikir tidak. Diri kita lah yang memilih untuk semakin kuat memikul ketidakpastian hidup. ⁣
Boleh saja menjadikan waktu sebagai alasan untuk menguatkan kesabaranmu. Tapi, waktu adalah ketidakpastian. Sementara bagaimana kamu mengendalikan dirimu adalah kuncinya. Kamu berhak mengambil setiap langkah dan meresponnya dengan sikap terbaik jika saja langkah itu gagal. ⁣
"Time is healing" might not work if you can't heal yourself. Berdamai dengan waktu tidak akan memberikan jawaban atas masalahmu. Rumi pernah bilang, "Dirimu adalah sumber kekuatan" Ya, kekuatan itu tentu saja tidak akan ada tanpa kedekatan dengan Zat yang memiliki dirimu. 
⁣⁣⁣
Give thanks to God yang telah membuatmu bisa melalui semua ini. Saya tahu beberapa di antara kalian telah melewati ujian yang mungkin sulit. Jangan putus asa. Terus berjuang! 



Sedih itu Wajar

beginning of cherry blossoms

Mungkin kita perlu memahami bahwa setiap orang itu punya kisah pilunya masing-masing. Kita berdiri hingga sekarang ini karena melewati masa lalu yang mungkin tidak mudah. Orang-orang melalui perjuangan yang berbeda dan berliku. Dan tidak layak kita hakimi, dia lebih beruntung karena terlihat sangat bahagia dan populer. 

Ketahuilah, setiap orang punya kisah sedih masing-masing yang mungkin hanya dirinya dan Tuhan yang tahu. Dia akan menangis apabila tidak ada orang yang melihatnya. Dia sangat pandai menyembunyikan tangisannya. Hingga yang dilihat orang lain hanyalah senyum manisnya dan kisah suksesnya. 

Marilah kita terus berupaya untuk berempati terhadap orang lain. Bisakah kita membayangkan bahwa orang yang terlihat bahagia ini atau kita sangka selalu senang juga memiliki kesedihan yang tidak ingin ia bagikan. Karena memang Tuhan menghendaki kita agar tidak sedih terus menerus. 

Bukan berarti kita tidak boleh bersedih. Bersedih itu wajar. Menangis itu wajar. Menangis adalah cara kita meluapkan emosi. Semoga setiap orang yang memiliki ujian, tetap tabah dan tegar. InsyaAllah, bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Allah tidak pernah tidur.

"Laa tahzan innallaha maa ana"

Photocredit: venyouspace.com

Find Your Inner Peace


Soft pink

Mungkin sudah menjadi tabiat manusia, sering membandingkan kehidupan yang dimilikinya dengan kehidupan orang lain. Padahal seindah apapun hidup orang lain, mereka tetap manusia biasa yang juga memiliki ujian. Jangan pernah berpikir orang lain memiliki hidup yang lebih baik. Orang-orang hanya akan menyuguhkan gambaran yang sempurna dalam kehidupannya. Permasalahan muncul karena kita sendiri yang selalu melihat kesempurnaan hidup orang lain. Akhirnya kita sibuk membandingkan apa yang tak kita miliki. Kita mulai bertanya-tanya mengapa tidak memiliki hidup seperti yang mereka miliki.

Mulai sekarang berpikirlah bahwa itu adalah jebakan setan yang berusaha mengembuskan perasaan-perasaan negatif seperti iri, cemburu, membanding-bandingkan yang membuat kita menjadi tidak bersyukur. Berterima kasihlah kepada Allah atas apa yang engkau miliki sekarang, berterimakasih atas segala nikmat yang diberkahi olehNya.

Rasa syukur adalah harta yang paling berharga. Rasa syukur melahirkan ketenangan. Orang yang tenang akan selalu menang. Kepuasaan itu hadir jika kita pandai mensyukuri kehidupan. Sering-seringlah melihat ke bawah. Maka akan kau temui, betapa duniamu sebenarnya tidaklah lebih buruk dari dunia mereka. Hati yang qana'ah, ridha, syukur akan mendatangkan banyak ketenangan, juga kebahagiaan. Di dunia yang semakin sibuk ini, penuh persaingan dan kecemburuan sosial, jangan lupa untuk tetap merasa tenang dan damai. Find your inner peace ❤

Photocredit: https://i.pinimg.com/originals

Melepaskan


You have created a masterpiece keep inspiring us with your stunning content  NOW OFFERING SHOUTOUTS Have you visited our new website? @launchdsigns is now offering Instagram shoutouts at launchdsigns.com Click the link in our Bio.  Image by @olawaleaoladele  #LD_olawaleaoladele | @launchdsigns Selected by @stwesley Use our #launchdsigns  The family: @theuniversalart @xceptionaledits  The Team Founder: @stwesley Mod: @brockbagley  Design is thinking made visual. Saul Bass  Partners: @creativeopti

Sebelum menjadi masa lalu, ia pernah menjadi masa depan yang kita rencanakan, yang kita impikan. 
Masa lalu menyadarkan kita tentang harapan yang pernah menjadi nyata, tentang kenyataan yang harus kita korbankan. Masa lalu adalah doa yang dulunya kita pinta, atau semacam kegelisah, ketidakpastian yang berhasil kita lalui. 

Tak ada yang menyebutnya masa lalu sebelum kita berhasil menjalaninya. Hidup memang tak selalu berjalan baik. Tetapi ketika hidup semakin sulit, harapan dan cinta membuat kita semakin kuat.

Maka sikap terbaik terhadap masa lalu adalah penerimaan, melepaskan dan memaafkan. Bukankah Tuhan selalu menyediakan kanvas yang kosong untuk kita lukis dengan usaha terbaik, menjemput takdir terbaik

Hari ini, tahun 2019 akan menjadi masa lalu. Seperti apa kau menjalaninya? 
Apakah kesunyian masih menjadi nyanyian pengantar tidurmu? 
Tahun berganti, mulai esok, masa depan akan membawa harapan-harapanmu
juga tentang cinta dan rindu yang masih kau pertanyakan, 
masih kau tegaskan dalam doa-doamu. .

Untuk kamu yang masih sendiri, semoga segera bertemu dengan belahan jiwamu 😉
selamat menjalani harapan baru.

#Welcome2020

31 Desember 2019

Untuk Kamu yang Sedang Melawan Sepi

Mutluluk ne kadar zayıf bi duygu durumu En ufak şeylerde bile kendini gösterir Ama yine ufacık seyler onu yitirmeye kafi gelir

Beberapa orang sebenarnya sedang berjuang dengan sunyi dan sepi. Tapi mereka tidak tahu darimana asal sunyi itu berada. Setidaknya saya pernah merasakan itu ketika saya masih sendiri. Merindukan seseorang tetapi tak tahu siapa yang dirindukan. Menginginkan seseorang membersamai kita tetapi tak tahu siapa sosok itu.

Mereka merindukan seseorang di masa depan yang mereka pun tak tahu kapan dan dalam wujud apa ia akan datang. Bagaimanakah membahasakan itu. Ada ruang dalam jiwanya yang ingin diisi. Seperti rindu, cinta, dan kasih sayang. Tetapi, hanya kehampaan yang selalu muncul ketika sedang menepi, seorang diri. Ketika tak lagi dikelilingi oleh kawan-kawannya atau tak disibukkan dengan pekerjaannya. 

Begitulah mereka menghadapi kesendirian karena tak ingin menjalin kasih sebelum cinta benar-benar pasti. Perasaan itu datang silih berganti. Kadang bahagia, kadang sedih, kadang resah. Saya mungkin menyebut itu fitrah. Di belahan dunia manapun, bahkan seseorang yang tidak ingin menikah sekali pun sebenarnya sedang membohongi fitrahnya. Setiap orang tetap membutuhkan seseorang yang lain. Mencintai dan dicintai itu fitrah. Yang sedang menanti, semoga kesendirian segera berakhir. Semoga cinta Tuhan masih membersamai dalam perjalananmu. 

Kasih sayang itu adalah kelembutan. Bagi yang sudah menikah, pandanglah suami/istrimu dengan kasih sayang. Dengan begitu, kita akan mengerti bahwa sebenarnya kita sedang saling berkorban,  memikul beban yang berbeda-beda untuk saling membahagiakan. Lucunya, banyak yang gagal memahami bahwa pasangannya sedang berjuang dengan caranya masing-masing. Jangan lelah merawat cinta. Love will conquer all 😊😊😊 


7 Desember 2019

photocredit: https://www.instagram.com/p/Bbzf12tAOjc/

What is Love?

Gambar terkait

Pernahkah kamu meragukan definisi cinta? Di saat-saat tertentu saya justru meragukan pemahaman saya terhadap cinta. Ternyata cinta tidak cukup dirasakan. Ada saatnya perasaan itu menjadi hambar, pahit, bahkan manis seketika.

Mengapa ada orang yang mencintai tapi sekaligus membenci. Sebenarnya, itu bukan benci. Itu adalah cinta yang terbungkus kekecewaan. Cinta yang tersamarkan oleh harapan yang tidak terpenuhi. Cinta itu tidak boleh statis. Cinta adalah kata kerja. Cinta adalah dialogika. Ada koneksi dan komunikasi. Koneksi dan komunikasi ini bukan yang artifisial. Ia harus autentik. Lahir dari perasaan yang terdalam. Kesungguhan yang bergejolak dalam hatimu. 

Kita tidak bisa mencintai seseorang dengan kata-kata saja. Tidak pula bisa mencintai seseorang tanpa kata-kata. Itulah mengapa, ketika cinta kehilangan kata-kata, maka ia bisa kehilangan segalanya. Jangan mencintai tanpa membuktikan.  Seperti seorang bujang yang membuktikan cintanya dengan menikahi. Atau sepasang suami istri yang membuktikan cintanya dengan kata-kata dan kasih sayang. Memang kata-kata bukanlah segalanya. Karena bagi sebagian orang cinta itu adalah pembuktian dengan tindakan.

Pada kenyataannya persepsi setiap orang tentang membuktikan cinta itu berbeda. Ada banyak hal yang perlu argumentasi. Termasuk diskusi tentang cinta. Ada orang yang mati-matian membuktikan rasa cintanya. Tapi tak pernah sampai kepada yang dituju. Mengapa kita bisa salah menilai tentang cinta. Ternyata ada banyak bahasa dalam cinta. Bisa jadi dalam memaknai cinta, kita tidak satu persepsi.

Any thoughts about your definition of love? 😉


30 Juli 2019

photocredit: mhakeem.com

Seperti Kereta di Stasiun, Jodoh Selalu Datang Tepat Waktu

Hasil gambar untuk waiting station


Jodoh juga ibarat apakah kita sudah menanti di stasiun yang benar. Jika jodoh adalah sebuah keteraturan. Tuhan telah menentukan jodoh kita. Seperti kereta yang telah jelas kedatangan dan tujuannya. Hal itu karena kita memastikan telah berada di platform yang tepat. 

Jadwal kereta dan tujuannya sebenarnya telah dipastikan. Hanya saja beberapa di antara kita masih salah memilih stasiun, kurang jeli memperhatikan platform mana kita harus menanti kereta tujuan. Karena menanti kereta yang tepat harus dimulai dari mana dan bagaimana kita menantinya. 

Kereta itu sudah jelas akan datang pada waktu dan tujuan yang ditentukan. Tapi mungkin, kita kurang pandai memperhatikan manakah kereta yang menuju tujuan kita. Ya, kereta tak perlu dikejar-kejar. Dia akan datang dengan sendirinya. Hanya saja, pastikan usahamu menanti di stasiun dan platform yang sesuai dengan kereta tujuan. Menanti lah di platform stasiun yang tepat 😉

Jangan ragu jika kereta belum datang, yang penting kamu yakin, telah menunggu di tempat yang benar. Jika sudah berada di atas kereta kamu akan nyaman. Karena kamu telah yakin keretamu benar-benar membawamu ke tujuanmu.


12 Maret 2019

photocredit: canva.com

You want to be happy, don't compare!

World Ethnic & Cultural Beauties

Dulu saya pernah membaca tentang takdir. Ada takdir yang tidak dalam kekuasaan kita. Ada takdir yang dalam wilayah kekuasaan kita. Maksudnya, Allah memberikan pilihan untuk bertindak sesuai dengan potensi akal dan kecerdasan yang kita miliki. 

Misalkan, ada faktor eksternal yang terjadi dalam kehidupan kita, di luar kehendak kita. Dan tak bisa kita kawal, seperti masalah yang mungkin tiba-tiba muncul. Tetapi, Allah telah mengabarkan cara-cara yang mungkin tepat untuk mengatasi setiap masalah agar kondisi kita tidak bertambah buruk. Maka yang mesti kita lakukan bukan fokus pada masalahnya. Tapi, fokus kepada respon diri kita. Masalah yang datang tidak bisa kita kawal. Tapi respon kita terhadap masalah bisa kita kawal. Respon yang baik maka hasilnya akan baik. 

Untuk itu, kalau ada sesuatu yang belum ideal, maka kita bisa memberi respon dengan sabar dan berusaha mengubah ketidakidealan tersebut. Selain sabar, kita masih punya respon syukur. Bahwa masih banyak yang pantas kita syukuri ketimbang hal yang mungkin kita tengah bersabar di atasnya. Seperti urusan yang masih lancar, rezeki yang masih mengalir, teman yang soleh, lingkungan yang baik, pasangan hidup yang taat, keluarga yang mendukung dll. 

Untuk bisa bahagia, jangan pernah bandingkan apa yang kita miliki dengan apa yang orang lain miliki. Kalaupun ingin membandingkan. Maka bandingkanlah dengan sesuatu yang ada di bawah kita. Sabar,  syukur,  dan tidak membandingkan nikmat adalah hal yang bisa kita kawal dalam kehidupan. Sabar memang tidak mudah,  tapi bisa diperjuangkan. Syukur pun masih banyak orang yang lalai hingga disebut dlm Al Qur'an hanya sedikit di antara kalian yg bersyukur. 

Seburuk apapun keadaan, selalu ada hal yang bisa disyukuri. Dan syukur tidak akan pernah kita capai jika selalu membanding-bandingkan dengan sesuatu atau seseorang yg lebih baik nikmatnya. Saling bersabar dan saling bersyukur adalah kunci kebahagiaan 💗


4 Desember 2018

Yang Paling Bisa Membahagiakanmu adalah Dirimu Sendiri

watch for her | gift idea | christmas | pink notebook | design the life you love | pink knit | Campina Mesh by Kapten & Son | picture by lara_ira

Kualitas bahagia seseorang mungkin tidak bisa diukur dari seindah apa senyumannya. Kesedihan seseorang tidak bisa pula diukur dari sebanyak apa air matanya. Takaran yang paling mungkin dinilai manusia adalah sejauh apa matanya memandang. Oleh karena itu, sebab kebahagiaan seseorang tidak layak kita hakimi hanya dengan menilai tampilan luarnya. Ada banyak orang yang pura-pura bahagia, padahal sama sekali tidak tenang dengan keadaannya. 

Apalagi di dunia yang serba pamer ini, manusia berlomba-lomba membagikan kebahagiannya. Ada yang sedang berkeliling dunia. Ada yang baru saja menang sebuah kompetisi. Ada yang punya rumah baru, mobil baru. Ada yang baru saja menikah dan menikmati indahnya bulan madu. Ada yang baru saja memiliki keturunan. Semua memang tidak salah untuk dibagikan. Karena kebahagiaan itu hati yang tentukan. Meski di keadaan yang berbeda ada yang ingin sekali ke luar negeri tapi tidak bisa. Ada yang bertahun-tahun berjuang memiliki rumah sendiri dan kendaraan sendiri tapi belum mampu. Ada yang ingin sekali menikah, tapi jodoh tak kunjung datang. Ada yang ingin sekali memiliki keturunan tapi belum jua diberi. 

Hal-hal sederhana yang kamu bagikan akan selalu menimbulkan dua reaksi. Bisa jadi ada orang yang iri, tidak suka, adapula yang turut berbahagia dan termotivasi. Tapi kamu tidak bisa mengintervensi pikiran orang lain. Tidak semua hal positif diterima dengan positif. Juga tidak semua hal negatif diterima dengan negatif. Itulah yang disebut kontrol diri. Bahagia ini ditentukan dari cara kita mengelola emosi. Seberat apapun masalah dan tantangan dari luar, memutuskan untuk bahagia tetap kamu yang tentukan. Dirimu berhak merespon setiap peristiwa dengan respon yang positif. 

Jangan lihat siapa yang mendatangkan kekecewaan dan ketidaknyamanan. Tapi bagaimana Allah mendidik kita untuk sabar, ridho, dan tetap tenang. Percayalah, setiap peristiwa ada pahala. Maka bersyukurlah jika setiap peristiwa itu mendekatkanmu kepada Allah. Kebahagiaan sesungguhnya bukan datang dari makhluk atau benda-benda tapi hidup yg bergantung kepada Allah. 


22 Oktober 2018

photocredit: https://kapten-son.com/en/campina-mesh.html

Bertakwalah, Agar Kamu Beruntung

How to stick to you 2018 Goals!

"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung" (Ali Imran: 200)

Aplikasi MyQuran di hape saya hari ini menampilkan ayat tersebut. Kadangkala kita diingatkan dari cara-cara sederhana. Entah berapa ayat dalam Al Qur'an yang maksudnya serupa ayat di atas. "Bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung." Nasihat ini memang luas tapi sangat substansial. Bagaimana Allah menyandingkan kata bertakwa dan beruntung. Sekilas mungkin kedengarannya biasa. Bahkan bisa jadi nasihatnya di luar kepala. Sudah sering kita mendengarnya. 

Tapi yang namanya manusia, tempat lupa dan lalai. Kita kadang lupa tentang hadiah dari ketakwaan yaitu beruntung. Ada orang salih yang keberuntungannya terlihat di dunia dan kelak di akhirat. Ada juga mungkin yang keberuntungannya tidak nampak dalam pandangan dunia. Tapi, keberuntungannya telah tertabung di akhirat. Kalau janji Allah sudah sedemikian banyaknya, maka mengapa masih banyak orang yang tidak yakin. Tugas kita hanya bertakwa bukan? Dan senantiasa berpikir positif. Masalah keberuntungan biarkan Allah yang bekerja. Karena Allah tidak akan mungkin menyalahi janjiNya. 

Kalau dalam hidup ini, kita senantiasa merasa tidak beruntung, mungkin yang perlu kita koreksi adalah bagaimana posisi Allah dalam hati kita. Bisa jadi ada yang mendominasi. Biasanya rasa ketidakberuntungan itu muncul kalau kita kehilangan rasa syukur. Tapi hati-hati, adapula tipe manusia yang selalu merasa beruntung padahal itu bentuk "istidraj", jebakan berupa limpahan rezeki,  padahal masih sering melakukan maksiat. Adapula yang dipandang tidak beruntung dalam kacamata manusia bumi, tapi mereka malah merasa beruntung dan bersyukur dengan iman yang tetap terjaga.

Jadi jangan pernah mengeluhkan masalah hidupmu, jika kamu senantiasa bertakwa. Karena  kamu dalam keadaan beruntung atau akan mendapatkan keberuntungan. Allah lah yang menjamin itu semua. Karena bertakwa dan beruntung seperti dua garis sejajar. Semakin kamu bertakwa, semakin kamu beruntung. Maka sebenar-benarnya beruntung, jika kita telah berada di surga. 


9 Oktober 2018

photocredit: https://simplymadisonblog.wixsite.com
Diberdayakan oleh Blogger.